Seperti biasa sore itu donya sedang duduk diteras. Sambil menghitung gaji dia menyeruput kopi. Tak lama berselang slamet datang menyapa.
Slamet : " don, gimana nanti malam?
Donya : " budal to...ini uangku mau tak lipat gandakan." (sambil memamerkan uang yang digenggamnya)
Slamet : " siap menang apa kalah? kalau uang segitu paling 1 jam habis."
Donya : " wis gak usah banyak bicara...nanti liat siapa yang nangis duluan."
Slamet : " yowis ketemu engko ya...aku tak pulang dulu."
Donya : " oke kang ati-ati."
Donya pun masuk kerumah untuk mandi dan menyeliapkan uangnya kedalam celana. Setelah keluar kamar mandi, dia bertemu dengan ibunya.
Ibu donya : "le...mumpung gajian duitmu ditabung."
Donya : " alah buk..buk.. nabung besok aja nek gajiku sudah banyak."
Ibu donya : "namanya nabung yo dari sedikit engko ra kroso jadi banyak."
Donya : suk ben mawon buk."
Sambil meninggalkan ibunya donya masuk kamar. Setelah pukul 22.00 WIB donya bergegas ke pos untuk bermain kartu dengan slamet.
Slamet : " don, gimana nanti malam?
Donya : " budal to...ini uangku mau tak lipat gandakan." (sambil memamerkan uang yang digenggamnya)
Slamet : " siap menang apa kalah? kalau uang segitu paling 1 jam habis."
Donya : " wis gak usah banyak bicara...nanti liat siapa yang nangis duluan."
Slamet : " yowis ketemu engko ya...aku tak pulang dulu."
Donya : " oke kang ati-ati."
Donya pun masuk kerumah untuk mandi dan menyeliapkan uangnya kedalam celana. Setelah keluar kamar mandi, dia bertemu dengan ibunya.
Ibu donya : "le...mumpung gajian duitmu ditabung."
Donya : " alah buk..buk.. nabung besok aja nek gajiku sudah banyak."
Ibu donya : "namanya nabung yo dari sedikit engko ra kroso jadi banyak."
Donya : suk ben mawon buk."
Sambil meninggalkan ibunya donya masuk kamar. Setelah pukul 22.00 WIB donya bergegas ke pos untuk bermain kartu dengan slamet.
Slamet : "lha iki lakon e teko...
Donya : "apa sudah siap kalah hahaha.
Slamet :"wis ndang ditokke duit e.
Donya : "yoh modar aku entuk king."
Slamet : "hahaha aku as nde."
Merekapun asyik memainkan kartu sampai ayam berkokok bersahut-sahutan.Donya dengan raut kecewa melihat rumahnya dari samping jalan. Dia malu untuk pulang, uangnya habis untuk berjudi. Akhirnya dia membelok menuju sawah. Sampai dipematang sawah dengan tatapan kosong dia memandang hijaunya padi. Dalam benaknya dia berkata kenapa berjudi untuk mencari kebahagiaan tapi hatiku malah gak enak. Diperempatan jalan terlihatlah slamet sambil menyapanya.
Slamet : Durung turu to...kok malah tenguk-tenguk nang kene."
Donya : (dengan nada malas) "iyo arep mulih aras-arasen."
Slamet : "podo aku menang okeh tapi ati yo ra penak, koyo wong bingung."
Donya : "aku dadi mikir apa sak lawase uripku koyo ngene."
Slamet : "arep dadi pilot apa dadi presiden." (dengan nada ngejek)
Donya : "crewet wae...aku ra pengen berkanyal, aku ger pengen urip tenang nyambut gawe seneng."
Donya : "yoh modar aku entuk king."
Slamet : "hahaha aku as nde."
Merekapun asyik memainkan kartu sampai ayam berkokok bersahut-sahutan.Donya dengan raut kecewa melihat rumahnya dari samping jalan. Dia malu untuk pulang, uangnya habis untuk berjudi. Akhirnya dia membelok menuju sawah. Sampai dipematang sawah dengan tatapan kosong dia memandang hijaunya padi. Dalam benaknya dia berkata kenapa berjudi untuk mencari kebahagiaan tapi hatiku malah gak enak. Diperempatan jalan terlihatlah slamet sambil menyapanya.
Slamet : Durung turu to...kok malah tenguk-tenguk nang kene."
Donya : (dengan nada malas) "iyo arep mulih aras-arasen."
Slamet : "podo aku menang okeh tapi ati yo ra penak, koyo wong bingung."
Donya : "aku dadi mikir apa sak lawase uripku koyo ngene."
Slamet : "arep dadi pilot apa dadi presiden." (dengan nada ngejek)
Donya : "crewet wae...aku ra pengen berkanyal, aku ger pengen urip tenang nyambut gawe seneng."

0 komentar:
Posting Komentar
Berkaryalah dengan jujur