''Critoku, Lamunanku, Sak uni-unine''

Ayo kita tuangkan kreatifitas kita kedalam karya SASTRA maupun BAHASA tanpa melupakan BUDAYA

Sabtu, 17 Januari 2015

Salah sangka

Diposting oleh Supriyadi

Sering lihat ditv, mendengar diradio membaca dikoran sukses itu mempunyai perusahaan, mobil, rumah mewah entah diusia muda maupun tua. Apalagi sukses diusia muda lebih keren lagi, belum ada tanggung jawab ke anak istri udah sukses kaya raya. Itu termasuk impianku dan khayalanku selama ini.
Sangat berwibawa ketika orang sukses berjalan dimana banyak orang kagum dan segan walapun tidak tahu apakah itu sukses yang benar atau tidak. Ada yang berkata bos selalu benar dan apabila salah kembali ke bos selalu benar. Lucu memang takdir manusia tidak sempurna dan manusia tempat salah terbantahkan. Demi mengejar kesuksesan rela mengorbankan apa saja dan siapa saja. Teman apabila terpaksa bisa dijatuhkan, lawan yang sedang sejalan menjadi teman. Semua mudah dibolak-balikkan demi mengejar sukses. Menjilatpun kalau perlu dilakukan hanya demi kertas yang bernama uang.
Setelah mati-matian, kerja keras siang malam mungkin sukses dapat dipegang. Berkelimang harta, bisa membeli apapun yang dimau. Mulailah kebingungan masuk kedalam hati. Membeli mobil yang inginkan sudah tapi kebahagiaan belum diterima. Dan terus menuruti nafsu tapi hasrat didalam hati tidak terpenuhi.
Mulai bingung dengan kata sukses. Yang dilihat manis ternyata hanya hambar. Ceria tak didapat hanya kebingungan menghantui. Mencoba berpikir kembali tentang sukses yang sesungguhnya, mulai membuka hati dan pikiran. Terbukalah satu persatu pikiran yang salah. Ternyata sukses itu bermanfaat, bermanfaat untuk sesama manusia serta makhluk Tuhan yang lain. Sukses yang menjurus ke harta hanya membuat kita menjadi budak materi. Setelah susah payah akan ditinggal harta dengan cepat. Semua bisa sukses dan mudah mencari orang sukses yaitu orang yang kedatangannya membuat aman sekeliling, martabat terjunjung.

Read More..

Berpikir dan makna

Diposting oleh Supriyadi

Saya termasuk anak muda yang idealisme tinggi. Tidak melakukan apapun kalau tidak sesuai yang diharapkan. Padahal waktu terus berjalan kalau tidak bergerak kapan tahu sesuai harapan atau tidak. Semua yang kita harapkan sesuai dengan rencana belum tentu mendapat hasil yang sesuai. Mulai dari itu saya mulai berpikir terlalu lama saya menyembah pikiran. Menghiraukan sekeliling kita yang tidak tau maksud didalam otak saya.
Waktu terus berjalan entah sadar maupun tidak. Perubahan-perubahan fisik termasuk umur dan jiwa. Waktu tanpa kompromi terus mengejar saya bertanggung jawab atas hari-hari yang ku sia-siakan. Dan itulah hidup nikmat cuman kata orang, belum tentu yang melakukan bahagia. Mungkin saya terlalu dini berkata tentang "Ketenangan". Mudah dikatakan sulit dilakukan dan syarat dengan makna. Seorang penarik becakpun lebih bahagia bila ketenangan dihatinya. Ketika ditanya, Pak apakah jenengan mau jadi gubernur atau bupati? Dengan senyum lebar beliau bertanya balik apakah gubernur dan bupati itu mau jadi tukang becak? Saya jadi tukang becak karena saya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Jadi saya tidak mau menjadi siapa-siapa, tetep jadi tukang becak.
Saya terkesan mendengar cerita bapak ini. Dengan penasaran saya bertanya lagi, apa cukup pak untuk kebutuhan sehari-hari. Tanpa tersinggung beliau menjawab, nak rejeki itu sudah diatur ya ditinggal ikhtiar saja jangan mengandalkan otak tentang riski andalkan iman. Kaget mendengar kata-kata dari beliau, saya yang selama ini diberi rejeki cukup banyak ngeluh lupa bersyukur tapi si bapak ini yang tidak jelas pendapatannya dengan santai menjawab pertanyaan yang sulit saya jawab. Beliau dengan mudah meletakkan dunia ditangan sedangkan saya yang memasukkan dunia dihati dan pikiran malah tidakkan mendapatkan apa-apa

Read More..